Donasi

Cari di Blog ini

Jumat, 28 Mei 2010

Menyambut Masa Depan

Hari ini aku membaca tulisan seorang kawan. Hari ini adalah hari-hari di saat aku merasakan berbagai macam, seperti sebuah masakan yang pedas, manis, asam, asin, sedap, sedikit pahit, tetapi harganya aku bisa membayarnya dengan harga berapapun. Tulisan temanku sangat inspiratif, tulisan yang inspiratif pasti dibuat oleh orang yang hebat dan banyak makan garam. Kulihat di blog dia, dapat aku terka, dia adalah seorang yang rajin, telaten -tak seperti aku, aku belum sampai di level dia-, harus aku akui bahwa dia adalah sahabat diantara sahabat terbaikku, saudaraku. Dia memang sering menasihatiku, sering menasehati teman-temanku, seperti tulisannya, dia inspiratif, tulus dan tak bisa kujelaskan, baik -kata itu yang paling mendekati-.

Tertawa, iri -boleh kan?, iri dalam hal kebaikan itu diperbolehkan, misalnya iri kepada orang kaya yang bersedekah, berinfaq dan berzakat, iri kepada seorang pintar yang membagi ilmunya sehingga benar-benar bermanfaat, orang jawa bilang "sugih ngilmu tur ngilmoni- yang sesaat aku rasakan setelah membaca tulisannya. Aku jadi berpikir, aku ingin seperti dia, bukan berarti ingin menjadi dia, yang aku maksud adalah meniru sifat-sifat dia, tulus ikhlas, dan sabar dalam menulis.

Maaf aku pause dulu karena ada tha'am. hore!
setelah beberapa menit apa yang terjadi? aku telah kembali ke media tulisanku.

Alhamdulillah, pisang kepok! ijinkan aku menulis tentang inspirasi barusan. Di antara pisang-pisang berwarna kuning keemasan kulitnya itu aku menemukan sebuah bentuk yang kasihan banget, pisang lebam, bonyok, dan bentuknya sudah tidak seperti pisang, setelah aku selidiki, kemungkinan besar pisang itu terletak di bawah dan tergencet -pantesan-. Tetapi bukan dia karena busuk, hal ini aku ketahui setelah aku buka kulitnya, kulihat bagian pisangnya dan alhamdulillah, all is well, layak untuk dimakan. Akhirnya aku akan juga pisang yang kasihan itu, mungkin saja jika tidak diselidiki dalam pisang itu takkan akan ada yang mau memakannya. Sebuah pengorbanan, pasti Yang Maha Adi akan membalasnya, sekarang atau besok, pasti.

Kembali ke topik utama. Ya, terinspirasi dari tulisan kawan baikku, jadilah engkau manusia yang baik, manusia yang bermanfaat, setiap tetesan peluh keringat, nafas yang mengalir tenang, darah yang terpompa bak arus lalu lintas, hendaknya dalam rangka memberikan kebaikan kepada manusia, diri sendiri dan sesama, jangan terjebak dalam aktifitas jumut, dalam lingkaran yang tidak jelas tetapi menghabiskan energi. Tentu semuanya juga untuk mengharap ridha Allah.

Terima kasih kawan baikku, ku sebut namamu dalam doaku. Dan perasaanku hari ini masih nano-nano, bercampur aduk, bahagia dan menantang masa depan. Bismillah.

dicopi dari blog/ blogmirror fb : tomimuwuh.blogspot.com

0 komentar:

Jumat, 28 Mei 2010

Menyambut Masa Depan

Hari ini aku membaca tulisan seorang kawan. Hari ini adalah hari-hari di saat aku merasakan berbagai macam, seperti sebuah masakan yang pedas, manis, asam, asin, sedap, sedikit pahit, tetapi harganya aku bisa membayarnya dengan harga berapapun. Tulisan temanku sangat inspiratif, tulisan yang inspiratif pasti dibuat oleh orang yang hebat dan banyak makan garam. Kulihat di blog dia, dapat aku terka, dia adalah seorang yang rajin, telaten -tak seperti aku, aku belum sampai di level dia-, harus aku akui bahwa dia adalah sahabat diantara sahabat terbaikku, saudaraku. Dia memang sering menasihatiku, sering menasehati teman-temanku, seperti tulisannya, dia inspiratif, tulus dan tak bisa kujelaskan, baik -kata itu yang paling mendekati-.

Tertawa, iri -boleh kan?, iri dalam hal kebaikan itu diperbolehkan, misalnya iri kepada orang kaya yang bersedekah, berinfaq dan berzakat, iri kepada seorang pintar yang membagi ilmunya sehingga benar-benar bermanfaat, orang jawa bilang "sugih ngilmu tur ngilmoni- yang sesaat aku rasakan setelah membaca tulisannya. Aku jadi berpikir, aku ingin seperti dia, bukan berarti ingin menjadi dia, yang aku maksud adalah meniru sifat-sifat dia, tulus ikhlas, dan sabar dalam menulis.

Maaf aku pause dulu karena ada tha'am. hore!
setelah beberapa menit apa yang terjadi? aku telah kembali ke media tulisanku.

Alhamdulillah, pisang kepok! ijinkan aku menulis tentang inspirasi barusan. Di antara pisang-pisang berwarna kuning keemasan kulitnya itu aku menemukan sebuah bentuk yang kasihan banget, pisang lebam, bonyok, dan bentuknya sudah tidak seperti pisang, setelah aku selidiki, kemungkinan besar pisang itu terletak di bawah dan tergencet -pantesan-. Tetapi bukan dia karena busuk, hal ini aku ketahui setelah aku buka kulitnya, kulihat bagian pisangnya dan alhamdulillah, all is well, layak untuk dimakan. Akhirnya aku akan juga pisang yang kasihan itu, mungkin saja jika tidak diselidiki dalam pisang itu takkan akan ada yang mau memakannya. Sebuah pengorbanan, pasti Yang Maha Adi akan membalasnya, sekarang atau besok, pasti.

Kembali ke topik utama. Ya, terinspirasi dari tulisan kawan baikku, jadilah engkau manusia yang baik, manusia yang bermanfaat, setiap tetesan peluh keringat, nafas yang mengalir tenang, darah yang terpompa bak arus lalu lintas, hendaknya dalam rangka memberikan kebaikan kepada manusia, diri sendiri dan sesama, jangan terjebak dalam aktifitas jumut, dalam lingkaran yang tidak jelas tetapi menghabiskan energi. Tentu semuanya juga untuk mengharap ridha Allah.

Terima kasih kawan baikku, ku sebut namamu dalam doaku. Dan perasaanku hari ini masih nano-nano, bercampur aduk, bahagia dan menantang masa depan. Bismillah.

dicopi dari blog/ blogmirror fb : tomimuwuh.blogspot.com

0 komentar:

Facebook Badge

Yahoo Groups

online counter
Gabung ke IMMPPG (Ikatan Mahasiswa Muslim Peduli Pangan dan Gizi
Gabung ke pesma_arroyyan

IP2Location